Facebook Pixel

Kenapa Membersihkan Lantai Setiap Hari Penting? Ini 5 Alasannya

Nikmati Layanan HOME STERIL: Solusi Semua Kebutuhan Rumah Anda
Dedy Haryadi - Technical Specialist
Kenapa Membersihkan Lantai Setiap Hari Penting? Ini 5 Alasannya

Loading offers...

Lantai adalah bagian rumah yang paling sering kita pijak, dan karena itu juga yang paling cepat kotor. Debu dari udara, remah makanan, rambut, sampai tanah yang terbawa alas kaki semuanya berakhir di sana. Pertanyaannya, seberapa perlu lantai dibersihkan setiap hari, dan apa bedanya dengan membersihkan seminggu sekali?

Jasa General Cleaning di Homesteril.com

Dari pembersihan general cleaning yang sudah ditangani Home Steril dan 3.400+ ulasan yang masuk ke profil Google Maps kami, lantai termasuk area yang paling cepat kotor kembali, terutama di dekat pintu masuk, dapur, dan jalur yang sering dilewati. Lantai yang tampak bersih pagi hari bisa kembali berdebu dan bernoda jejak kaki di sore hari.

Di artikel ini, kita bahas lima alasan kenapa membersihkan lantai setiap hari layak jadi kebiasaan, cara praktis melakukannya, dan kapan sebaiknya kamu minta bantuan jasa bersih rumah.

BACA JUGA: Trik Rumah Bebas Debu yang Bisa Kamu Terapkan Sehari-hari

Promo jasa bersih bersih rumah di home-steril.com

Mengurangi Debu dan Alergen yang Mengendap di Lantai

Alergen di dalam rumah, seperti partikel tungau debu, bulu dan serpihan kulit hewan peliharaan, serbuk sari, serta kotoran kecoak, tidak hanya melayang di udara. Sebagian besar akhirnya mengendap di permukaan, termasuk lantai. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) mencatat bahwa jamur, tungau debu, serbuk sari, alergen hewan, dan hama seperti kecoak dapat memicu gejala asma dan reaksi alergi pada orang yang sensitif terhadapnya.

EPA juga menyarankan langkah dasar yang sederhana: menyedot debu karpet dan furnitur berlapis kain secara rutin, mengelap permukaan keras dengan kain lembap, dan mengepel lantai dengan lap lembap. Untuk anggota keluarga yang punya alergi atau asma, EPA menyebut pembersihan mungkin perlu dilakukan lebih sering. Di sinilah kebiasaan harian berperan: debu yang diangkat setiap hari tidak sempat menumpuk dan kembali beterbangan saat lantai diinjak.

Satu hal yang sering terlewat, menyapu dengan sapu kering bisa membuat debu halus justru naik ke udara. Kain lembap atau alat vacuum biasanya lebih efektif menangkap partikel halus tanpa menyebarkannya. EPA juga menyarankan orang dengan asma atau alergi menjauh dari ruangan yang sedang di-vacuum.

Jasa Bersih-Bersih Rumah Di Home-Steril.com

Mengurangi Kotoran yang Terbawa dari Luar Rumah

Tidak semua kotoran di dalam rumah berasal dari dalam. Publikasi Penyuluhan University of Georgia (UGA Extension) menyebut sekitar 30 sampai 40 persen kontaminan di dalam rumah terbawa dari luar, lewat alas kaki, pakaian, dan cakar atau bulu hewan peliharaan. Konsentrasi debu tertinggi biasanya ditemukan di dekat pintu masuk.

Sol sepatu juga menjadi perhatian peneliti. Sebuah tinjauan sistematis di Journal of Applied Microbiology menelaah sol sepatu sebagai media potensial perpindahan mikroorganisme dari luar ke dalam ruangan. Kata kuncinya "potensial": artinya risiko itu ada, bukan berarti setiap langkah kaki pasti membawa penyakit.

Yang menarik, pedoman pengendalian infeksi CDC untuk fasilitas kesehatan mencatat bahwa lantai yang baru dibersihkan cepat terkontaminasi kembali, antara lain dari mikroorganisme di udara dan yang terbawa alas kaki. Temuan ini berasal dari lingkungan rumah sakit, tapi prinsipnya relevan untuk rumah: kebersihan lantai tidak bertahan lama dengan sendirinya, sehingga perawatan rutin lebih masuk akal daripada pembersihan besar yang jarang.

Kalau lantai di rumahmu sulit terjaga karena kesibukan, layanan general cleaning jasa bersih rumah dari kami bisa membantu merapikan kondisi lantai dan ruangan secara menyeluruh, sehingga perawatan harianmu jadi lebih ringan.

Melindungi Anak Kecil dan Hewan Peliharaan yang Paling Sering Bersentuhan dengan Lantai

Orang dewasa hanya menginjak lantai, tapi anak kecil duduk, merangkak, dan bermain di atasnya. UGA Extension menyebut anak-anak berisiko paling tinggi terpapar kontaminan dari debu rumah, karena mereka lebih sering berada di lantai dan memasukkan tangan ke mulut. Kelompok lain yang disarankan lebih serius mengurangi debu rumah adalah orang dengan asma, gangguan pernapasan lain, atau daya tahan tubuh yang lemah.

Hewan peliharaan juga menambah beban lantai dari dua arah: mereka ikut membawa kotoran dari luar lewat cakar dan bulunya, sekaligus menyumbang rambut dan serpihan kulit ke debu rumah. Jadi kalau di rumahmu ada balita atau hewan peliharaan, membersihkan lantai setiap hari bukan soal estetika saja, tapi soal mengurangi paparan bagi anggota keluarga yang paling dekat dengan lantai.

Mengurangi Risiko Terpeleset dan Tersandung

Lantai yang licin karena tumpahan, basah, atau dipenuhi barang berserakan adalah penyebab kecelakaan rumah yang paling sederhana dan paling sering diremehkan. Daftar periksa pencegahan jatuh di rumah dari CDC menyarankan beberapa langkah dasar: singkirkan barang yang tergeletak di lantai seperti kertas, handuk, dan sepatu, rapikan kabel di sepanjang dinding, dan pasang alas antiselip pada keset atau karpet kecil supaya tidak bergeser.

Kebiasaan membersihkan lantai setiap hari otomatis memaksa kamu memeriksa kondisi lantai: barang yang tercecer ikut dirapikan, dan tumpahan cairan bisa segera dilap sebelum ada yang terpeleset. Ini makin penting kalau di rumah tinggal orang tua lanjut usia atau anak yang baru belajar berjalan.

Menjaga Tampilan dan Umur Lantai

Pasir dan kerikil halus yang terbawa alas kaki bekerja seperti amplas. Setiap kali terinjak, partikel itu menggores permukaan lantai sedikit demi sedikit, dan lama-lama lantai tampak kusam. UGA Extension mencatat bahwa melepas alas kaki di pintu dan memakai keset yang baik tidak hanya mengurangi kotoran, tapi juga mengurangi keausan lantai dan waktu yang kamu habiskan untuk bersih-bersih.

Lantai yang terawat membuat seluruh rumah terasa lebih rapi, baik untuk penghuni maupun tamu yang datang. Dan karena kotoran tidak sempat mengendap terlalu lama, noda harian biasanya lebih mudah diangkat.

Cara Praktis Membersihkan Lantai Setiap Hari

Membersihkan lantai setiap hari tidak berarti harus mengepel seluruh rumah tiap pagi. Kuncinya adalah membagi pekerjaan menjadi rutinitas ringan yang konsisten:

  1. Pasang keset di bagian luar dan dalam pintu masuk, lalu biasakan melepas alas kaki sebelum masuk rumah. Sediakan sandal rumah dengan sol antiselip.
  2. Sapu atau vacuum area yang paling sering dilalui setiap hari, seperti ruang depan, dapur, dan jalur menuju kamar mandi.
  3. Pel dengan kain lembap sesuai tingkat kotornya. Area dapur dan ruang makan biasanya butuh lebih sering dibanding kamar yang jarang dipakai.
  4. Gunakan cairan pembersih yang sesuai dengan jenis lantaimu dan ikuti petunjuk di labelnya. Untuk pembersihan harian lantai, sabun atau deterjen dengan air umumnya sudah memadai.
  5. Lap tumpahan cairan sesegera mungkin, terutama di dapur dan kamar mandi.
  6. Cuci dan keringkan kain pel atau kain mikrofiber secara rutin, supaya kotoran dari kemarin tidak justru disebarkan kembali.

Kapan Perlu Bantuan Jasa General Cleaning?

Rutinitas harian menjaga lantai tetap layak, tapi ada kalanya rumah butuh pembersihan menyeluruh, misalnya saat kamu terlalu sibuk berminggu-minggu atau kotoran sudah menumpuk di banyak ruangan sekaligus.

Layanan general cleaning dari kami melayani rumah, kos, apartemen, dan gudang di area Jabodetabek, dengan pilihan paket 32 jam kerja dan 64 jam kerja. Pekerjaannya mencakup pembersihan rutin seperti vacuum lantai, mengepel, dan mengelap permukaan.

Supaya ekspektasimu tepat, ada beberapa pekerjaan yang tidak termasuk dalam paket general cleaning, yaitu membersihkan dinding dan kipas langit-langit, jendela tinggi dan kisi-kisinya, area eksternal apartemen atau rumah bertingkat, rel tirai, menggeser furnitur, membuang sisa renovasi, mencuci baju tanpa mesin cuci, dan merapikan barang pribadi. Layanan ini juga tidak berlaku untuk rumah kosong, rumah sehabis renovasi, rumah yang baru akan ditempati, rumah sehabis banjir, dan pembersihan taman atau pekarangan. Untuk noda membandel seperti kerak, kamu bisa memakai layanan Special Cleaning.

BACA JUGA : Cara Membersihkan Pintu Geser Kaca agar Bebas Noda!

Voucher Home Steril Blog

Keunggulan Layanan General Cleaning dari Home Steril

Before After general cleaning Homesteril.com

Saat memesan layanan jasa bersih rumah dari kami, kamu mendapatkan:

  1. Garansi pengerjaan ulang jika hasil kurang sesuai (berlaku syarat dan ketentuan).
  2. Bonus Free UV Treatment untuk setiap pemesanan (berlaku syarat dan ketentuan).
  3. Konsultasi gratis untuk setiap pemesanan.
  4. Produk pembersih yang berkualitas dan ramah lingkungan.
  5. Ulasan pelanggan yang bisa kamu baca langsung di profil Google Maps Home Steril.

Membersihkan lantai setiap hari adalah kebiasaan kecil yang dampaknya terasa ke seluruh rumah: debu dan alergen berkurang, kotoran dari luar tidak sempat menyebar, anak dan hewan peliharaan bermain di permukaan yang lebih bersih, risiko terpeleset turun, dan lantai lebih awet. Kalau kamu butuh bantuan untuk pembersihan yang lebih menyeluruh, hubungi kami untuk konsultasi gratis.

Lihat detail layanan general cleaning jasa bersih rumah di sini.

FAQ Seputar Membersihkan Lantai Harian

Q: Apakah lantai harus dipel setiap hari? 
A: Tidak selalu. Yang penting dilakukan setiap hari adalah mengangkat debu dan kotoran di area yang sering dilalui, dengan sapu, vacuum, atau kain lembap. Mengepel bisa disesuaikan dengan tingkat kotornya: dapur dan ruang makan biasanya perlu lebih sering. Kalau ada anggota keluarga dengan alergi atau asma, pembersihan mungkin perlu dilakukan lebih sering.

Q: Lebih baik menyapu atau memakai vacuum? 
A: Keduanya bisa dipakai, tapi sapu kering cenderung membuat debu halus naik ke udara. Vacuum atau kain lembap biasanya lebih baik menangkap partikel halus. Kalau ada penghuni yang punya asma atau alergi, sebaiknya mereka tidak berada di ruangan saat lantai sedang di-vacuum.

Q: Apakah perlu memakai cairan disinfektan untuk mengepel lantai setiap hari? 
A: Untuk pembersihan harian, sabun atau deterjen dengan air umumnya sudah memadai. Pedoman CDC untuk fasilitas kesehatan bahkan mencatat bahwa, pada studi yang dirangkumnya, disinfeksi lantai tidak memberi keunggulan dibanding pembersihan biasa dengan deterjen dan air. Kalau kamu tetap memakai disinfektan, gunakan sesuai petunjuk label dan pastikan cocok dengan jenis lantaimu.

Q: Apa saja yang dikerjakan layanan general cleaning Home Steril? 
A: Layanan general cleaning kami tersedia dalam paket 32 jam kerja dan 64 jam kerja untuk rumah, kos, apartemen, dan gudang di Jabodetabek, mencakup pekerjaan seperti vacuum lantai, mengepel, dan mengelap permukaan. Beberapa pekerjaan tidak termasuk dalam paket, misalnya membersihkan dinding dan kipas langit-langit, jendela tinggi, rel tirai, dan menggeser furnitur.

Q: Berapa biaya layanan general cleaning? 
A: Biayanya bergantung pada paket yang kamu pilih dan kebutuhan pembersihan di rumahmu. Setiap pemesanan sudah termasuk konsultasi gratis, jadi kamu bisa menanyakan detail paket dan estimasinya dulu lewat WhatsApp sebelum memesan.

Testimoni pelanggan di profil Google Maps kami

Testimoni Pelanggan Home Steril - home-steril.com
  • Asep Abdullah – “Jasa steril yang bagus untuk semua kantor maupun perumahan. Terimakasih home steril dan pak Muis karena telah membantu membersihkan toilet.”
  • Saka Tri Utama – “Pelayanan di home steril baik, semua rumah bisa dibersihkan. Pelayanan ramah dan cepat.”
  • Herman Ramdani1805 – “Hasil akhir jauh banget mantap, before after bedanya signifikan. Petugas yang mengerjakan riki dan rizki.”
  • Mintz Green – “Saya sudah memakai jasa general cleaning beberapa kali dan puas sekali. Para pekerja dan admin ramah dan cepat tanggap.”
  • Rahma Anwar – “Hasil baik dan pelayanan oke banget.”

Kami tidak menampilkan kutipan ulasan di halaman ini. Semua penilaian pelanggan bisa kamu baca langsung, apa adanya, di profil Google Maps kami — termasuk yang isinya masukan dan koreksi.

Referensi

  1. U.S. Environmental Protection Agency. (t.t.). Biological Contaminants and Indoor Air Quality. https://www.epa.gov/indoor-air-quality-iaq/biological-pollutants-impact-indoor-air-quality (Diakses 21 September 2026)
  2. U.S. Environmental Protection Agency. (t.t.). Asthma Triggers: Gain Control. https://www.epa.gov/asthma/asthma-triggers-gain-control (Diakses 21 September 2026)
  3. Tziganuk, A., Smith, L. T., & Benton, S. (2025). Reduce Indoor Contaminants: Leave Your Shoes at the Door (Circular 1070). University of Georgia Cooperative Extension. https://fieldreport.caes.uga.edu/publications/C1070/reduce-indoor-contaminants/ (Diakses 21 September 2026)
  4. Rashid, T., VonVille, H. M., Hasan, I., & Garey, K. W. (2016). Shoe soles as a potential vector for pathogen transmission: a systematic review. Journal of Applied Microbiology, 121(5), 1223–1231. https://doi.org/10.1111/jam.13250
  5. Centers for Disease Control and Prevention. (t.t.). Guidelines for Environmental Infection Control in Health-Care Facilities: E. Environmental Services. https://www.cdc.gov/infection-control/hcp/environmental-control/environmental-services.html (Diakses 21 September 2026)
  6. Centers for Disease Control and Prevention. (2017). Check for Safety: A Home Fall Prevention Checklist for Older Adults. https://www.cdc.gov/steadi/pdf/steadi_checkforsafety_brochure-print.pdf (Diakses 21 September 2026)

Author: Dedy Haryadi (Co-Founder & Technical Specialist at Home Steril) 

Developed by: Avicena Fily A Kako (Content Writer & SEO Specialist at Home Steril)

https://home-steril.com/

Apa pendapat Anda tentang artikel ini?

Seberapa manfaat konten ini bagi Anda?

5/5 (10317 votes)
Sangat Bermanfaat

Komentar

Silakan masuk untuk memberikan komentar

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Kategori

Tags: