Laci dapur menampung banyak hal sekaligus: sendok, spatula, plastik klip, sachet bumbu, sampai kantong kresek yang dilipat seadanya. Karena dibuka dan ditutup berkali-kali setiap hari, remah dan tetesan bumbu mudah jatuh ke dalamnya, lalu mengering di sudut atau terselip di bawah pelapis. Sisa makanan seperti ini mengundang semut dan kecoak. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menjelaskan bahwa hama rumah butuh makanan, air, dan tempat bersembunyi, dan salah satu langkah paling sederhana untuk mencegahnya adalah segera membersihkan tumpahan dan remah makanan.
Dari pembersihan general cleaning yang sudah ditangani Home Steril dan 3.400+ ulasan yang masuk ke profil Google Maps kami, laci dapur termasuk area yang paling sering terlewat. Meja dapur dan kompor rutin dilap, tapi bagian dalam laci biasanya baru diperhatikan setelah tercium bau apek atau muncul semut di sela-selanya.
Di artikel ini kami bagikan lima langkah membersihkan laci dapur yang bisa kamu kerjakan sendiri, termasuk perbedaan antara membersihkan dan mendisinfeksi yang sering tertukar, serta kapan tim general cleaning Home Steril bisa membantu.
BACA JUGA : Jasa Kebersihan Rumah untuk Keluarga dengan Anak Kecil

1. Kosongkan dan Pilah Isi Laci
Keluarkan seluruh isi laci dan letakkan di atas meja yang sudah dialasi kain. Sambil mengosongkan, pisahkan tiga kelompok: barang yang masih dipakai, barang yang sudah tidak berguna (sachet bumbu kedaluwarsa, sedotan bekas, karet gelang yang getas), dan barang yang perlu dicuci dulu sebelum dikembalikan. Setelah laci kosong, sapu atau sedot remah yang tertinggal sebelum memakai cairan apa pun, supaya remah tidak berubah jadi lumpur kecil saat terkena air.
Tahap memilah ini sebaiknya kamu kerjakan sendiri. Merapikan barang pribadi tidak termasuk ruang lingkup layanan general cleaning, sementara penataan dapur tersedia sebagai layanan tambahan yang berlaku syarat dan ketentuan. Kalau pekerjaan dapur lain seperti mengelap permukaan, mencuci peralatan masak, dan mengepel lantai terasa terlalu banyak untuk dikerjakan sekaligus, kamu bisa mempelajari cakupannya di halaman layanan general cleaning Home Steril.

2. Bersihkan dengan Air Sabun atau Cuka Encer
Setelah laci kosong dan bebas remah lepas, lap bagian dalamnya dengan kain mikrofiber yang dibasahi air hangat bercampur sabun cuci piring. Menurut CDC, membersihkan dengan air, sabun, dan gosokan sudah mengangkat sebagian besar kuman, kotoran, dan pengotor dari permukaan. Untuk noda bumbu yang lengket atau bau apek, campuran cuka dan air bisa membantu melunakkan noda dan menetralkan bau.
Yang perlu diluruskan: cuka adalah bahan pembersih, bukan disinfektan. EPA tidak mendaftarkan cuka sebagai disinfektan, dan cuka hanya efektif terhadap sebagian jenis kuman. Jadi kalau tujuanmu mendisinfeksi, cuka bukan penggantinya; langkahnya kami bahas di bagian kelima.
Peras kain sampai lembap, bukan basah menetes, terutama kalau laci terbuat dari kayu atau papan partikel yang mudah menggembung bila menyerap air. Kalau kamu ragu dengan bahan laci, uji dulu campuran pembersih di bagian kecil yang tidak terlihat.
3. Sikat Sudut, Sambungan, dan Rel Laci
Remah paling sering terkumpul di empat sudut laci dan di sambungan antara dasar dan dinding laci. Pakai sikat gigi bekas atau kuas kecil untuk mencungkilnya, lalu lap ulang dengan kain lembap. Kalau laci bisa ditarik keluar sepenuhnya, lepaskan dan periksa rel atau jalur luncurnya. Remah dan minyak yang menempel di rel bukan cuma kotor, tapi juga membuat laci seret saat dibuka.
Jangan lupa bagian rongga kabinet tempat laci masuk. Remah yang jatuh dari belakang laci sering menumpuk di sana tanpa pernah terlihat.
4. Angkat dan Cuci Pelapis Laci
Pelapis laci memudahkan perawatan karena sisa makanan tidak menempel langsung ke dasar laci. Masalahnya, remah dan tetesan justru sering terselip di bawah pelapis itu. Saat membersihkan, angkat pelapis sepenuhnya, cuci dengan air sabun, lalu jemur sampai benar-benar kering sebelum dipasang lagi. Pelapis yang sudah robek, menggelembung, atau tetap lengket setelah dicuci sebaiknya diganti.
Kalau laci belum berpelapis, memasangnya setelah laci bersih adalah investasi kecil yang membuat pembersihan berikutnya jauh lebih cepat.
5. Keringkan, lalu Disinfeksi Bila Diperlukan
Biarkan laci terbuka beberapa saat sampai kering sebelum isinya dikembalikan. Laci yang masih lembap lalu ditutup rapat akan terasa apek.
Disinfeksi adalah langkah terpisah dari membersihkan, dan urutannya tidak bisa dibalik. CDC menyarankan permukaan dibersihkan lebih dulu dengan sabun dan air, baru kemudian didisinfeksi bila perlu, misalnya saat ada anggota keluarga yang sedang sakit. Untuk tahap ini, gunakan produk disinfektan yang memang terdaftar sebagai disinfektan, baca labelnya untuk memastikan produk cocok dipakai di bahan laci kamu, dan ikuti petunjuk berapa lama permukaan harus dibiarkan basah sebelum dilap.
Kalau kamu memesan general cleaning dari Home Steril, setiap pemesanan mendapat bonus Free UV Treatment, berlaku syarat dan ketentuan. Detail cakupan treatment bisa kamu tanyakan saat konsultasi.
BACA JUGA : Jasa Kebersihan Rumah Ramah Lingkungan

Kapan Laci Dapur Perlu Dibantu Tim General Cleaning Home Steril?

Kalau laci dapur hanya satu dari sekian banyak area yang menunggu dibersihkan, general cleaning bisa menghemat tenaga kamu. Ini yang kamu dapat dari layanan general cleaning Home Steril:
- Pilihan paket 32 jam atau 64 jam kerja untuk rumah, kos, apartemen, dan gudang di Jabodetabek.
- Garansi pengerjaan ulang jika hasil kurang sesuai, berlaku syarat dan ketentuan.
- Bonus Free UV Treatment di setiap pemesanan, berlaku syarat dan ketentuan.
- Gratis konsultasi di setiap pemesanan.
- Produk pembersih berkualitas dan ramah lingkungan.
- Lihat profil dan ulasan Home Steril di Google Maps.
Laci dapur yang bersih membuat dapur lebih nyaman dipakai dan tidak mengundang semut maupun kecoak. Dengan lima langkah di atas, kamu bisa merawatnya sendiri secara berkala. Kalau kamu ingin area dapur dan ruangan lain ditangani sekaligus, hubungi kami untuk konsultasi gratis, atau pelajari dulu cakupan layanannya di halaman general cleaning Home Steril.
Tanya Jawab Seputar Membersihkan Laci Dapur
Q: Seberapa sering laci dapur perlu dibersihkan?
A: Tidak ada jadwal baku yang berlaku untuk semua rumah. Patokan praktisnya: buang remah begitu terlihat, dan lakukan pembersihan menyeluruh (kosongkan, lap, angkat pelapis) lebih sering untuk laci yang menyimpan bahan makanan atau alat makan dibanding laci penyimpan perkakas.
Q: Apakah cuka bisa dipakai sebagai disinfektan untuk laci dapur?
A: Tidak. Cuka membantu melunakkan noda lengket dan mengurangi bau, tetapi bukan disinfektan terdaftar dan hanya efektif terhadap sebagian jenis kuman. Kalau perlu mendisinfeksi, bersihkan laci dulu, lalu gunakan produk disinfektan terdaftar sesuai petunjuk labelnya.
Q: Kenapa pelapis laci harus diangkat saat membersihkan?
A: Karena remah dan tetesan bumbu sering terselip di bawahnya dan tidak terlihat dari atas. Mengangkat, mencuci, dan mengeringkan pelapis mencegah sisa makanan menumpuk diam-diam di dasar laci.
Q: Apakah tim Home Steril ikut merapikan isi laci dapur?
A: Merapikan barang pribadi tidak termasuk ruang lingkup general cleaning, jadi pemilahan isi laci sebaiknya kamu lakukan sendiri. Penataan dapur tersedia sebagai layanan tambahan yang berlaku syarat dan ketentuan; detailnya bisa kamu tanyakan saat konsultasi.
Q: Layanan general cleaning Home Steril berlaku untuk hunian apa saja?
A: Layanan ini berlaku untuk rumah, kos, apartemen, dan gudang di area Jabodetabek, dengan pilihan paket 32 jam atau 64 jam kerja. Layanan ini tidak berlaku untuk rumah kosong, rumah sehabis renovasi, rumah yang baru akan ditempati, rumah sehabis banjir, maupun taman atau pekarangan.
Testimoni pelanggan di profil Google Maps kami

- Asep Abdullah – “Jasa steril yang bagus untuk semua kantor maupun perumahan. Terimakasih home steril dan pak Muis karena telah membantu membersihkan toilet.”
- Saka Tri Utama – “Pelayanan di home steril baik, semua rumah bisa dibersihkan. Pelayanan ramah dan cepat.”
- Herman Ramdani1805 – “Hasil akhir jauh banget mantap, before after bedanya signifikan. Petugas yang mengerjakan riki dan rizki.”
- Mintz Green – “Saya sudah memakai jasa general cleaning beberapa kali dan puas sekali. Para pekerja dan admin ramah dan cepat tanggap.”
- Rahma Anwar – “Hasil baik dan pelayanan oke banget.”
Kami tidak menampilkan kutipan ulasan di halaman ini. Semua penilaian pelanggan bisa kamu baca langsung, apa adanya, di profil Google Maps kami — termasuk yang isinya masukan dan koreksi.
Referensi
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). When and How to Clean and Disinfect Your Home. https://www.cdc.gov/hygiene/about/when-and-how-to-clean-and-disinfect-your-home.html. Diakses 21 September 2026.
- U.S. Environmental Protection Agency (EPA). Preventing Pests at Home. https://www.epa.gov/sites/production/files/2014-01/documents/preventpest.pdf. Diakses 21 September 2026.
- Healthline. Is Vinegar a Disinfectant? https://www.healthline.com/health/is-vinegar-a-disinfectant. Diakses 21 September 2026.
Author: Dedy Haryadi (Co-Founder & Technical Specialist at Home Steril)
Developed by: Avicena Fily A Kako (Content Writer & SEO Specialist at Home Steril)











Komentar
Silakan masuk untuk memberikan komentar
Memuat komentar...