Lantai keramik yang bersih bikin rumah terasa lebih lega dan enak dipandang. Masalahnya, banyak orang sudah rajin mengepel tapi lantainya tetap terlihat kusam, terasa lengket, atau nat di sela keramik makin gelap. Kabar baiknya, membersihkan lantai keramik tidak perlu lama, asal urutan dan bahannya tepat.
Dari pembersihan general cleaning yang sudah ditangani Home Steril dan 3.400+ ulasan yang masuk ke profil Google Maps kami, satu hal sering kami temui: lantai yang kusam jarang disebabkan oleh keramiknya. Lebih sering penyebabnya adalah sisa sabun yang tidak terbilas, pembersih yang terlalu keras, atau debu dan pasir yang ikut terseret saat lantai langsung dipel.
Karena itu, tips di bawah ini kami susun mengacu pada panduan perawatan dari Tile Council of North America (TCNA), asosiasi industri keramik di Amerika Utara. Kalau setelah membaca kamu lebih memilih menyerahkan urusan bersih-bersih ke tim lain, layanan general cleaning jasa bersih rumah dari kami bisa jadi pilihan.
BACA JUGA : Cara Membersihkan Pintu Geser Kaca agar Bebas Noda!

1. Sapu atau Vacuum Lebih Dulu, Baru Dipel
Langkah ini paling sering dilewati karena terasa memperlama, padahal justru yang membuat proses berikutnya lebih cepat. Pasir dan debu yang terbawa dari luar rumah, kalau langsung terkena pel basah, akan berubah menjadi lumpur tipis yang menyebar ke seluruh lantai dan masuk ke sela nat. WhyTile, program edukasi milik TCNA, menempatkan menyapu sebagai langkah pertama perawatan keramik karena memberi titik awal paling bersih sebelum pembersihan lain.
Kalau di rumah ada keset atau karpet kecil, kibaskan dulu di luar atau cuci secara berkala. Keset yang penuh debu akan terus melepaskan kotoran kembali ke lantai yang baru kamu sapu.

2. Untuk Kotoran Ringan, Air Bersih Sudah Cukup
Permukaan keramik tidak menyerap air, sehingga kotoran ringan umumnya sudah terangkat dengan kain atau pel yang dibasahi air bersih. Panduan WhyTile bahkan menyebut air bersih cukup untuk sebagian besar kotoran di keramik, asalkan lantai dikeringkan dengan baik setelahnya.
Supaya lebih cepat, pakai pel mikrofiber yang diperas sampai lembap, bukan basah menetes. Ganti air di ember begitu mulai keruh, karena mengepel dengan air kotor sama saja dengan meratakan kotoran ke seluruh ruangan.
3. Pilih Pembersih pH Netral dan Hindari yang Asam
Untuk noda yang tidak hilang dengan air, misalnya cipratan minyak di lantai dapur, gunakan pembersih ber-pH netral yang memang dibuat untuk keramik dan nat. Kalau belum cukup, deterjen yang bersifat basa ringan bisa jadi pilihan kedua.
Yang perlu dihindari adalah pembersih asam, termasuk cuka. Bagian yang paling rentan sebenarnya bukan keramiknya, melainkan nat. Nat berbahan dasar semen bersifat basa, sehingga larut ketika terkena asam, dan produsen nat tidak menyarankan penggunaan asam karena nat bisa terkikis sampai perlu dipasang ulang. Hindari juga pembersih berbahan dasar minyak atau lilin, karena meninggalkan lapisan di nat yang justru lebih mudah menarik kotoran. Pemutih pun sebaiknya tidak dipakai rutin, karena lama-kelamaan dapat mengikis lapisan pelindung nat.
4. Bilas Sampai Bersih agar Lantai Tidak Lengket dan Kusam
Ini penyebab lantai kusam yang paling sering tidak disadari. Menurut TCNA, pembersih yang tidak dibilas dengan benar akan meninggalkan lapisan sabun yang lengket, dan lapisan inilah yang menarik kotoran baru. Sebaliknya, keramik yang benar-benar bersih tanpa sisa sabun cenderung bertahan bersih lebih lama karena permukaannya tidak mudah menahan muatan listrik statis.
Jadi setiap kali mengepel dengan cairan pembersih, lanjutkan dengan satu kali pel ulang memakai air bersih, lalu biarkan lantai kering atau lap dengan kain kering. Hindari juga sabun cuci piring untuk mengepel, karena teksturnya yang kental sulit dibilas dan sisanya bisa memerangkap kotoran di nat.
5. Sikat Nat dengan Alat yang Tepat
Nat semen berpori dan punya permukaan luas untuk menyerap noda, karena itu nat biasanya lebih cepat kotor dibanding keramiknya. Untuk membersihkannya, cukup gunakan sikat berbulu nilon atau plastik bersama pembersih yang sama dengan yang kamu pakai untuk lantai. Sikat kawat atau sabut baja tidak diperlukan.
Kalau noda di nat sudah berubah menjadi kerak yang membandel, perlu kamu tahu bahwa general cleaning tidak berfokus pada kerak. Untuk kebutuhan itu, kami punya treatment Special Cleaning. Begitu juga dengan sisa semen atau cat setelah renovasi, yang berada di luar cakupan layanan general cleaning.
Kapan Lebih Praktis Diserahkan ke General Cleaning?
Kalau lantai keramik hanya satu dari banyak pekerjaan rumah yang menumpuk, menyerahkannya ke tim lain sering kali lebih masuk akal daripada mencuri waktu di akhir pekan. Layanan general cleaning dari kami mencakup pekerjaan rutin seperti vacuum lantai, mengepel, dan mengelap untuk rumah, kos, apartemen, dan gudang di wilayah Jabodetabek, dengan pilihan paket 32 jam kerja dan 64 jam kerja.
Supaya ekspektasinya jelas sejak awal, beberapa pekerjaan tidak termasuk dalam paket, di antaranya menggeser furnitur, membersihkan dinding dan kipas langit-langit, serta membuang sisa renovasi. Detail lengkapnya bisa kamu lihat di halaman jasa bersih rumah atau kamu tanyakan saat konsultasi.
BACA JUGA : Tips Cepat Membersihkan Lemari Kaca di Ruang Tamu!

Yang Kamu Dapat Saat Memesan General Cleaning dari Kami

- Konsultasi gratis untuk setiap pemesanan, jadi kamu bisa menanyakan cakupan pekerjaan sebelum memutuskan.
- Garansi pengerjaan ulang jika hasil kurang sesuai, berlaku syarat dan ketentuan.
- Bonus Free UV Treatment untuk setiap pemesanan, berlaku syarat dan ketentuan.
- Produk pembersih yang kami gunakan berkualitas dan ramah lingkungan.
- Ulasan pelanggan bisa kamu cek sendiri di profil Google Maps kami.
FAQ
Q: Apakah cuka aman untuk membersihkan lantai keramik?
A: Sebaiknya tidak dipakai rutin. Cuka bersifat asam, sementara nat berbahan semen bersifat basa dan dapat larut ketika terkena asam. Untuk pemakaian sehari-hari, pilih pembersih pH netral yang dibuat untuk keramik dan nat.
Q: Kenapa lantai keramik tetap kusam padahal sudah sering dipel?
A: Penyebab yang paling umum adalah sisa cairan pembersih yang tidak terbilas. Lapisan sabun yang tertinggal terasa lengket dan menarik kotoran baru. Coba pel ulang dengan air bersih setiap selesai memakai cairan pembersih, lalu keringkan lantainya.
Q: Seberapa sering lantai keramik perlu dibersihkan?
A: Area yang sering dilewati, seperti dapur dan ruang tamu, sebaiknya disapu setiap hari. Untuk perawatan yang lebih menyeluruh, WhyTile menyarankan menyapu dan mengelap keramik dengan air bersih minimal seminggu sekali, atau lebih sering bila diperlukan.
Q: Bolehkah mengepel lantai keramik dengan sabun cuci piring?
A: Sebaiknya dihindari. Sabun cuci piring kental dan sulit dibilas sampai bersih, sehingga sisanya bisa menempel di lantai dan memerangkap kotoran di nat. Air bersih atau pembersih khusus keramik lebih mudah dibilas.
Q: Apakah layanan general cleaning Home Steril bisa membersihkan lantai keramik sekaligus kerak di nat?
A: Mengepel dan membersihkan lantai termasuk pekerjaan rutin dalam general cleaning. Namun kerak yang membandel bukan fokus layanan ini. Untuk kerak, kami arahkan ke treatment Special Cleaning yang memang ditujukan untuk kebutuhan tersebut.
Testimoni pelanggan di profil Google Maps kami

- Asep Abdullah – “Jasa steril yang bagus untuk semua kantor maupun perumahan. Terimakasih home steril dan pak Muis karena telah membantu membersihkan toilet.”
- Saka Tri Utama – “Pelayanan di home steril baik, semua rumah bisa dibersihkan. Pelayanan ramah dan cepat.”
- Herman Ramdani1805 – “Hasil akhir jauh banget mantap, before after bedanya signifikan. Petugas yang mengerjakan riki dan rizki.”
- Mintz Green – “Saya sudah memakai jasa general cleaning beberapa kali dan puas sekali. Para pekerja dan admin ramah dan cepat tanggap.”
- Rahma Anwar – “Hasil baik dan pelayanan oke banget.”
Kami tidak menampilkan kutipan ulasan di halaman ini. Semua penilaian pelanggan bisa kamu baca langsung, apa adanya, di profil Google Maps kami — termasuk yang isinya masukan dan koreksi.
Lantai Keramik Bersih Itu Soal Urutan, Bukan Tenaga
Kunci membersihkan lantai keramik dengan cepat sebenarnya sederhana: sapu dulu, pel dengan air untuk kotoran ringan, gunakan pembersih pH netral bila perlu, lalu bilas dan keringkan. Dengan urutan ini, kamu tidak perlu menggosok lebih keras, dan nat pun lebih awet karena terhindar dari bahan yang mengikisnya.
Kalau kamu ingin seluruh rumah dibersihkan tanpa harus mengerjakannya sendiri, hubungi kami lewat WhatsApp untuk konsultasi gratis seputar layanan general cleaning.
Referensi
- Tile Council of North America. (2023). Cleaning Grout. https://tcnatile.com/resource-center/faq/cleaning-grout/. Diakses 21 September 2026.
- WhyTile – Tile Council of North America. (2020). The Ultimate Guide to Cleaning Ceramic Tile. https://whytile.com/2020/05/the-ultimate-guide-to-cleaning-ceramic-tile/. Diakses 21 September 2026.
Author: Dedy Haryadi (Co-Founder & Technical Specialist at Home Steril)
Developed by: Avicena Fily A Kako (Content Writer & SEO Specialist at Home Steril)











Komentar
Silakan masuk untuk memberikan komentar
Memuat komentar...