Facebook Pixel

10 Fakta Menarik Tentang Kasur: 5 yang Terbukti dan 5 yang Ternyata Mitos

Dedy Haryadi - Technical Specialist
10 Fakta Menarik Tentang Kasur: 5 yang Terbukti dan 5 yang Ternyata Mitos

Loading offers...

Daftar Isi

Dari sepuluh klaim tentang kasur yang paling sering beredar, hanya separuh yang lolos ketika ditelusuri ke sumber aslinya. Yang terbukti: alas tidur tertua berumur 77.000 tahun, kata mattress diserap dari bahasa Arab matrah, dan satu kasur bekas pakai bisa dihuni 100.000 sampai 10 juta tungau debu. Yang keliru: berat kasur tidak berlipat ganda dalam 10 tahun (kenaikan realistisnya 5–20%), kasur keras bukan pilihan terbaik untuk sakit punggung menurut uji klinis, dan frasa "sleep tight" hampir pasti tidak berasal dari tali ranjang. Di bawah ini kesepuluhnya, lengkap dengan sumber yang bisa Anda periksa sendiri.

Jasa Cuci Kasur di Home Steril

Kami di Home Steril sudah menangani ribuan pelanggan cuci kasur di seluruh Jabodetabek, dan dari 3.417 ulasan yang masuk ke profil Google Maps kami, komentar yang paling sering muncul setelah pengerjaan bukan soal tampilan kasur — tapi soal tidurnya: "baru sadar selama ini tidurku terganggu." Posisi itu juga yang membuat kami sering mendengar klaim-klaim aneh dari pelanggan di lapangan, dan beberapa di antaranya ternyata memang tidak ada dasarnya.

BACA JUGA: 7 Langkah Mudah Menjaga Rumah Bebas dari Kecoak

promo jasa cuci kasur di home-steril.com

1. Fakta: Kasur Adalah Alas Tidur — dan Kata Mattress Berasal dari Bahasa Arab

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kasur adalah alas tidur yang terbuat dari kain berisi kapuk, ijuk, dan sejenisnya. Definisi itu lahir dari kasur kapuk, jauh sebelum busa dan pegas masuk ke rumah orang Indonesia, dan sampai sekarang belum diperbarui.

Kata mattress punya jalur yang lebih panjang. Istilah ini masuk ke bahasa Inggris lewat bahasa Arab matrah, yang berarti "sesuatu yang dilemparkan" atau "tempat melempar" — merujuk pada bantalan yang dihamparkan begitu saja di lantai. Ejaan matress yang sering muncul di pencarian sebenarnya salah tulis dari mattress.

Beberapa istilah lain yang sering tertukar:

  • Spring bed — kasur yang inti penopangnya berupa pegas baja, bukan busa. Arti spring bed secara harfiah memang "ranjang berpegas", meski di Indonesia istilahnya sudah bergeser jadi nama jenis kasurnya.
  • Matras — di Indonesia dipakai untuk kasur tipis tanpa pegas yang bisa digulung atau dilipat.
  • Kasur busa — inti polyurethane foam, tanpa pegas sama sekali.

Kata sifat yang biasa dipakai orang untuk menggambarkan kasur — empuk, keras, mendelep, bantat, apek — sebenarnya menunjuk tiga hal yang berbeda: tingkat kekerasan permukaan, kemampuan menopang, dan kondisi kebersihan. Kasur bisa terasa empuk tapi sudah kehilangan daya topang, dan sebaliknya.

2. Fakta: Alas Tidur Tertua Berumur 77.000 Tahun dan Sudah Memakai Daun Anti-Serangga

Tim arkeolog yang meneliti Gua Sibudu di Afrika Selatan menemukan lapisan alas tidur berusia sekitar 77.000 tahun, tersusun dari daun dan batang tumbuhan. Bagian yang paling menarik bukan usianya, melainkan isinya: lapisan itu mengandung daun Cryptocarya woodii, tanaman yang mengeluarkan senyawa penolak serangga. Manusia purba sudah memilih bahan alas tidur berdasarkan kemampuannya mengusir hama, jauh sebelum ada istilah tungau.

Perjalanan bentuk kasur setelah itu — dari peradaban kuno, era industri, sampai memory foam — kami bahas terpisah di sejarah kasur dari zaman batu hingga era modern.

3. Mitos: Frasa "Sleep Tight" Berasal dari Tali Ranjang yang Dikencangkan

Cerita ini ada di hampir semua artikel fakta kasur berbahasa Indonesia: dulu rangka ranjang memakai anyaman tali yang harus ditarik kencang, jadi "sleep tight" berarti "semoga talimu kencang". Terdengar masuk akal, tapi tidak ada satu pun catatan sejarah yang menghubungkan keduanya.

Masalahnya ada di tanggal. Penggunaan tertulis pertama frasa itu baru muncul pada 1866, di catatan harian Susan Bradford Eppes — puluhan tahun setelah ranjang bertali ditinggalkan di sebagian besar rumah. Penjelasan yang jauh lebih sederhana: tight dalam bahasa Inggris lama berarti "nyenyak" atau "erat", sama seperti pada sit tight dan hold tight. Jadi sleep tight artinya memang cuma "tidurlah nyenyak", tanpa tali sama sekali.

Kami memasukkan ini karena mitos etimologi seperti ini menyebar persis lewat jalur yang sama dengan mitos kebersihan kasur: enak diceritakan, tidak pernah dicek.

4. Mitos: Berat Kasur Berlipat Ganda Setelah 10 Tahun

4. Lebih Awet Kasur Busa atau Springbed?

Ini klaim paling populer sekaligus paling keliru. Versi yang beredar sejak tahun 2000 menyebut berat kasur menjadi dua kali lipat karena tumpukan tungau, kotoran, dan sel kulit mati.

Peneliti yang namanya dikutip di artikel awal menyatakan ia tidak pernah menyebut angka itu dan menganggap datanya dipakai sebagai taktik menakut-nakuti konsumen. Seorang mikrobiolog yang sempat mengulanginya di televisi kemudian menariknya kembali karena tidak ada literatur yang mendukung. Pengujian terhadap kasur berusia 10 tahun menemukan kenaikan berat hanya sekitar 5%, dan perkiraan paling longgar pun berhenti di 10–20%.

Ada cara sederhana memeriksanya sendiri: kasur busa queen setebal 20 cm rata-rata berbobot 25–30 kg. Teknisi kami mengangkat kasur seusia itu hampir setiap hari, berdua, dan kalau beratnya benar-benar naik jadi 50–60 kg, itu hal pertama yang akan kami sadari. Sepanjang ribuan pengerjaan, belum pernah terjadi.

Kami memilih meluruskan ini meskipun mitosnya "menguntungkan" jasa cuci kasur. Tungau, jamur, dan alergen memang menumpuk — itu masalah nyata yang tidak butuh dilebih-lebihkan.

Jasa Cuci Kasur Springbed di home-steril.com

5. Fakta: Satu Kasur Bekas Pakai Bisa Dihuni 100.000 sampai 10 Juta Tungau

5. Bolehkah Kasur Busa Dijemur di Bawah Matahari Langsung?

Angka ini justru punya dasar. Lembar fakta entomologi Ohio State University Extension menyebut kasur bekas pakai umumnya menampung 100.000 hingga 10 juta tungau debu, tergantung usia dan kelembapan.

Yang sering salah dipahami: tungau debu tidak menggigit dan tidak menularkan penyakit. Pemicu alerginya adalah protein pada kotoran dan sisa tubuh mereka, yang terhirup saat kasur ditekan tubuh sepanjang malam. Tungau berkembang paling subur pada kelembapan relatif di atas 50% dan suhu hangat — persis kondisi harian di sebagian besar wilayah Indonesia, yang membuat perbandingan dengan data negara empat musim sering tidak nyambung.

Tiga langkah dengan dampak terbesar: menjaga kelembapan kamar, memakai pelindung kasur yang bisa dicuci, dan mencuci seprai dengan air 54°C ke atas. Untuk kebersihan area tidur dari hama lain yang juga memicu alergi, kami bahas terpisah di artikel kecoak di kamar tidur: ini cara aman mengatasinya.

6. Mitos: Menjemur Kasur Seharian di Matahari Membunuh Tungau

6. Berat Kasur Tidak Berlipat Ganda dalam 10 Tahun

Menjemur memang menurunkan kelembapan, dan tungau tidak menyukai kondisi kering. Tapi panas yang sampai ke inti kasur lewat penjemuran tidak pernah cukup tinggi dan tidak cukup merata untuk membunuh koloni di dalamnya — sementara sisi kasur yang menghadap matahari justru rusak lebih dulu.

Busa poliuretan mengalami fotodegradasi saat terpapar sinar matahari lama: permukaannya mengeras, menguning, lalu remuk. Jawaban singkat untuk pertanyaan bolehkah kasur busa dijemur adalah tidak di bawah matahari langsung; cukup diangin-anginkan di tempat teduh berventilasi baik dengan posisi berdiri. Yang layak dijemur adalah seprai, sarung bantal, dan pelindung kasurnya.

Durasi ideal, waktu terbaik dalam sehari, dan aturannya untuk spring bed maupun kasur Inoac sudah dibahas lengkap di berapa lama waktu ideal menjemur kasur.

7. Mitos: Kasur Keras Paling Baik untuk Sakit Punggung

Ini nasihat yang paling sering diwariskan turun-temurun, dan sudah diuji secara klinis. Sebuah uji acak tersamar ganda yang dimuat di jurnal The Lancet pada 2003 membagi 313 orang dengan nyeri punggung bawah kronis ke dua kelompok: kasur keras dan kasur medium-firm, selama 90 hari. Kelompok medium-firm mengalami perbaikan lebih besar, baik pada nyeri saat berbaring, nyeri saat bangun, maupun keterbatasan aktivitas sehari-hari.

Artinya bukan "kasur empuk lebih baik", melainkan kasur yang terlalu keras justru gagal memberi ruang pada pinggul dan bahu, sehingga lengkung pinggang menggantung tanpa topangan. Tingkat kekerasan yang cocok tetap bergantung pada berat badan dan posisi tidur — pemakai bertubuh berat merasakan kasur yang sama lebih lunak dibanding pemakai bertubuh ringan.

8. Mitos: Kasur Premium Otomatis Lebih Nyaman

Harga menentukan kualitas material dan lama garansi, bukan kecocokan. Kenyamanan kasur bersifat subjektif: dipengaruhi posisi tidur, berat badan, dan kondisi tulang belakang, sehingga kasur premium termahal sekalipun bisa terasa salah untuk Anda.

Satu hal teknis yang paling sering tertukar dan pantas masuk daftar fakta: yang menentukan keras-lembutnya kasur adalah nilai IFD/ILD, bukan densitas busa. Densitas menentukan keawetan, IFD menentukan rasa. Busa densitas tinggi belum tentu keras, dan busa keras belum tentu awet.

Sebagai gambaran batas atas pasar dunia, kasur termahal yang pernah diproduksi dibanderol di atas 200.000 dolar AS, dibuat tangan dari bulu kuda, wol, dan kapas. Yang dibeli di angka itu adalah kerajinan tangan dan material alami, bukan jaminan nyenyak. Kami penyedia jasa pembersihan dan bukan penjual kasur, jadi soal memilih merek dan menyeimbangkan kualitas dengan anggaran, silakan lihat panduan memilih kasur yang nyaman dan terjangkau.

9. Fakta: Memory Foam Lahir dari Program Antariksa NASA, Kasur Air dari Persia

Busa yang sekarang jadi standar kasur kelas atas ini awalnya bukan produk furnitur. NASA mengembangkan viscoelastic polyurethane foam pada 1960-an untuk meredam tekanan pada kursi pesawat antariksa saat lepas landas, dengan karakter melunak mengikuti panas tubuh lalu kembali perlahan.

Karakter itu juga sumber dua kelemahannya di iklim tropis: menahan panas tubuh dan menyimpan kelembapan lebih lama dibanding pegas. Memory foam justru butuh disiplin ventilasi lebih ketat, bukan lebih longgar.

Kasur air punya cerita kebalikannya. Terkesan modern, padahal versi awalnya berupa kantong kulit kambing berisi air yang dihangatkan matahari, dipakai di Persia lebih dari 3.000 tahun lalu.

10. Fakta: Umur Pakai Berbeda Jauh Antar Jenis Kasur

Patokan "ganti kasur setiap 8 tahun" yang sering dikutip sebenarnya rata-rata kasar, bukan aturan. Angkanya bergeser cukup jauh tergantung material. Dari aneka kasur yang beredar di pasar Indonesia:

  • Kasur busa — 5–8 tahun untuk densitas memadai. Busa densitas rendah yang dijual sangat murah bisa kehilangan bentuk dalam 2–3 tahun. Ini jawaban singkat untuk kasur busa tahan berapa lama.
  • Springbed bonnell — pegas saling terhubung, paling terjangkau, paling cepat berdecit, dan rongga pegasnya luas sehingga debu mudah masuk ke dalam.
  • Springbed pocket — tiap pegas terbungkus kain sendiri, gerakan pasangan lebih teredam, umumnya bertahan 7–10 tahun.
  • Memory foam — paling baik meredam gerakan, tapi paling menahan panas dan kelembapan.
  • Lateks alami — paling tahan lama dan secara alami kurang disukai tungau, dengan bobot dan harga tertinggi.
  • Hybrid — pegas pocket dengan lapisan busa atau lateks di atasnya.

Jadi soal lebih awet kasur busa atau springbed: pada kelas kualitas setara, springbed pocket dan lateks unggul tipis. Tapi springbed bonnell murah bisa kalah awet dibanding busa densitas tinggi, jadi spesifikasi lebih menentukan dibanding jenisnya.

Satu catatan yang sering luput: kasur lateks lebih tahan tungau, bukan bebas debu. Sel kulit mati tetap menumpuk di permukaannya.

Kasur Mendelep Bukan Selalu Cacat Produksi

Kasur mendelep — permukaan melesak membentuk cekungan di titik tubuh paling berat — adalah keluhan nomor satu yang kami temui pada kasur usia 4 tahun ke atas, dan penyebabnya jarang tunggal.

  • Compression set pada busa lapisan atas. Busa kehilangan daya balik sementara pegas di bawahnya masih normal, sehingga kasur terasa berlubang tapi tetap keras saat ditekan dalam.
  • Penyangga dipan tidak memadai. Springbed ukuran queen ke atas butuh penyangga tengah; tanpa itu kasur mengikuti lengkungan rangka.
  • Tidur di titik yang sama bertahun-tahun tanpa rotasi.
  • Kelembapan yang terperangkap, karena busa lembap kehilangan resiliensi lebih cepat dibanding busa kering.

Cara mengukurnya di lapangan sederhana dan bisa Anda tiru: kosongkan kasur, bentangkan benang lurus dari sisi kiri ke sisi kanan tepat di atas area cekungan, lalu ukur jarak benang ke permukaan kasur. Lebih dari 2,5 cm dan tidak kembali, topangannya sudah habis — dan biasanya masih tercakup garansi produsen bila usianya belum lewat masa klaim. Cuci kasur memperbaiki kebersihan dan bau, tapi tidak mengembalikan busa yang sudah kehilangan daya balik. Ini selalu kami sampaikan sebelum pekerjaan dimulai, termasuk ketika artinya pelanggan membatalkan pesanan.

Ciri Ciri Kasur yang Sudah Tidak Layak Pakai

Empat tanda ini yang paling cepat terbaca tanpa alat: cekungan permanen yang tidak kembali saat kasur dikosongkan, pegas terasa menonjol atau berbunyi saat berpindah posisi, bau apek yang kembali dalam hitungan hari setelah dibersihkan, dan noda kuning yang melebar lebih luas dari telapak tangan — tanda cairan sudah meresap ke inti, bukan lagi masalah permukaan.

Bau yang cepat kembali biasanya berarti sumbernya ada di lapisan dalam. Di titik itu kami menyarankan penggantian, bukan pembersihan ulang.

Cara Menyimpan Kasur yang Tidak Terpakai Menentukan Kondisinya Saat Dipakai Lagi

Banyak kasur rusak bukan saat dipakai, tapi saat disimpan — dan bagian ini nyaris tidak pernah dibahas di panduan perawatan mana pun. Kami cukup sering dipanggil untuk kasur tamu yang baru dikeluarkan dari gudang bawah tangga: bercak abu kehijauan di sisi yang menempel lantai, bau apek yang tajam, dan inti yang masih lembap meski permukaannya kering. Kasus seperti itu butuh dua kali proses ekstraksi, dan baunya tidak selalu hilang sepenuhnya.

Urutannya sederhana, asal tidak dibolak-balik:

  1. Pastikan kasur benar-benar kering sebelum disimpan. Kelembapan yang terkunci adalah penyebab jamur nomor satu.
  2. Bersihkan menyeluruh lebih dulu — vakum permukaan dan jahitan tepi, tangani noda yang ada. Noda organik yang disimpan lama akan mengeras dan jauh lebih sulit diangkat.
  3. Simpan dalam posisi datar, bukan berdiri atau bersandar. Posisi berdiri berbulan-bulan membuat busa dan pegas terdistribusi tidak merata.
  4. Jangan dibungkus plastik rapat untuk penyimpanan lama, karena plastik memerangkap uap air. Gunakan penutup kain yang bernapas atau plastik longgar dengan celah udara.
  5. Hindari menumpuk barang berat di atasnya; beban statis jangka panjang mempercepat compression set.
  6. Pilih ruang yang kering dan berventilasi. Gudang tertutup di bawah tangga adalah lokasi terburuk.
  7. Angin-anginkan beberapa jam sebelum dipakai kembali.

Bagaimana Cara Merawat Kasur agar Awet?

Infografik : Cara Merawat Kasur agar Awet

Empat kebiasaan dengan dampak terbesar: pakai pelindung kasur yang bisa dicuci, cuci seprai tiap 1–2 minggu dengan air panas bila bahannya memungkinkan, vakum permukaan dan jahitan tepi tiap 2–4 minggu, dan putar kasur 180 derajat setiap 3–6 bulan. Satu larangan yang paling sering dilanggar: jangan menyiram kasur dengan air untuk membersihkan noda, karena inti yang basah butuh berhari-hari kering dan hampir pasti berjamur.

Rincian teknis tiap langkah, termasuk cara vakum yang benar dan kapan perlu jasa profesional, ada di cara merawat kasur dengan mudah.

Mengapa kamu harus memilih jasa Cuci Kasur / Cleaning Springbed di Home Steril?

Before&After DC Kasur di home-steril.com

🌟 Cucikasur / cuci springbed dapat mengembalikan kebersihan, kualitas, dan estetika kasur.

🔹 Dengan jasa cleaning kasur, umur pemakaian kasur dapat diperpanjang.

⚡ Sabun pembersih kasur yang digunakan aman dan ramah lingkungan.

⭐ Tukang cuci kasur terdekat menggunakan teknik pembersihan yang membuat kasur kering dalam 1 hari.

⭐ Mengurangi alergen dan bakteri yang menempel pada springbed.

🔹 Menghilangkan bau kasur tidak sedap, noda, dan kotoran pada kasur.

🌟 Menggunakan jasa bersih kasur atau jasa bersih matras dapat menghemat waktu dan tenaga.

✅ Layanan jasa laundry kasur atau jasa laundry springbed, termasuk pilihan cuci kasur murah.

💡 Garansi cuci ulang jika hasil cuci tidak bersih.

✅ Berpengalaman dalam Cuci Kasur dengan rating tinggi di Google Business Review

🔹 Dapatkan Voucher Cuci Sepatu dari Sneakershoot

 

BACA JUGA: Kapan Waktu yang Tepat untuk Kuras Tandon Air?

Voucher Home Steril Blog

FAQ Seputar Kasur dan Perawatannya

Q: Kasur adalah apa menurut KBBI?
A: KBBI mendefinisikan kasur sebagai alas tidur yang terbuat dari kain berisi kapuk, ijuk, dan sejenisnya. Definisi itu mengikuti kasur kapuk tradisional, sehingga secara teknis belum mencakup kasur busa, lateks, maupun spring bed yang sekarang jauh lebih umum dipakai.

Q: Apa arti kata mattress dan dari mana asalnya?
A: Mattress diserap dari bahasa Arab matrah yang berarti "sesuatu yang dilemparkan" atau "tempat melempar", merujuk pada bantalan yang dihamparkan di lantai. Kata itu masuk ke bahasa Inggris lewat bahasa Prancis kuno. Penulisan matress adalah salah eja yang umum.

Q: Apa arti spring bed dan bedanya dengan matras?
A: Spring bed adalah kasur yang inti penopangnya berupa pegas baja, sementara matras di Indonesia umumnya merujuk pada kasur tipis tanpa pegas yang bisa dilipat atau digulung. Kasur busa berada di antara keduanya: tebal seperti spring bed, tapi tanpa pegas sama sekali.

Q: Benarkah berat kasur bertambah dua kali lipat dalam 10 tahun?
A: Tidak. Klaim itu sudah dibantah sumber aslinya sendiri, dan pengujian pada kasur berusia 10 tahun menemukan kenaikan sekitar 5%, dengan perkiraan paling longgar berhenti di 10–20%. Kasur queen busa 20 cm yang bobot awalnya 25–30 kg tidak akan naik ke 50 kg hanya karena debu.

Q: Berapa jumlah tungau di dalam kasur, dan apakah mereka menggigit?
A: Kasur bekas pakai umumnya menampung 100.000 sampai 10 juta tungau debu tergantung usia dan kelembapan. Tungau debu tidak menggigit dan tidak menularkan penyakit; yang memicu alergi adalah protein pada kotoran dan sisa tubuhnya yang terhirup saat tidur.

Q: Apakah tungau debu sama dengan kutu busuk?
A: Berbeda sepenuhnya. Tungau debu berukuran mikroskopis, memakan sel kulit mati, dan tidak menggigit. Kutu busuk berukuran beberapa milimeter, terlihat mata telanjang, mengisap darah, dan meninggalkan bercak hitam kecil di jahitan kasur. Istilah kasur anti kutu di pasaran biasanya merujuk pada pelindung kasur berjahitan rapat, yang efektif menahan tungau tapi bukan pembasmi kutu busuk.

Q: Berapa lama kasur busa tahan sebelum harus diganti?
A: Kasur busa berkualitas dengan densitas memadai umumnya bertahan 5–8 tahun pada pemakaian harian, sementara busa densitas rendah bisa kehilangan bentuk dalam 2–3 tahun. Patokan paling andal bukan usianya, melainkan apakah cekungan di permukaan masih kembali saat kasur dikosongkan.

Q: Lebih awet kasur busa atau springbed?
A: Pada kelas kualitas setara, springbed pocket dan lateks alami bertahan 7–10 tahun berbanding 5–8 tahun untuk kasur busa. Namun springbed bonnell murah bisa kalah awet dari busa densitas tinggi, jadi spesifikasi materialnya lebih menentukan dibanding jenis kasurnya.

Q: Kenapa kasur busa terasa keras?
A: Yang menentukan keras-lembutnya adalah nilai IFD/ILD, bukan densitas — dua hal yang sering tertukar. Busa juga mengeras sementara pada suhu ruangan dingin dan kembali normal setelah menyerap panas tubuh, sehingga kasur baru sering terasa lebih kaku di minggu-minggu awal.

Q: Kenapa kasur mendelep di bagian tengah?
A: Tiga penyebab tersering adalah compression set pada busa lapisan atas, penyangga dipan yang kurang di bagian tengah, dan tidur di titik yang sama bertahun-tahun tanpa rotasi. Kelembapan yang terperangkap mempercepat prosesnya. Cekungan lebih dari 2,5 cm yang menetap umumnya masih bisa diklaim garansi bila belum lewat masa klaim.

Q: Bagaimana cara menyimpan kasur yang tidak terpakai agar tidak berjamur?
A: Pastikan benar-benar kering dan sudah dibersihkan, simpan mendatar, jangan dibungkus plastik rapat karena uap air terperangkap, dan pilih ruang kering berventilasi. Kasur yang disimpan berdiri dalam waktu lama juga berisiko kehilangan kerataan topangan.

Q: Benarkah kasur lateks bebas tungau?
A: Lateks alami memang kurang disukai tungau dibanding busa berpori terbuka, tapi itu bukan berarti bebas. Sel kulit mati tetap menumpuk di permukaan dan sarungnya, sehingga pembersihan rutin tetap diperlukan.

Testimoni Pelanggan Home Steril

Testimoni Pelanggan Home Steril
 
  • Ayu Kurniasih – “Hari ini cuci matras dibantu Mas Tyo dari Homesteril. Pelayanannya baik, profesional, responsif, komunikatif, hasilnya sangat memuaskan.”
  • Siti Zakiyah – “Terima kasih home steril, kasur saya jadi bersih kembali. Terima kasih kepada mas fadil. Good recommend!”
  • Wahyu Indah Triyani – “Dari kasurku yang bau apek, sekarang bersih dan wangi berkat jasa dari home steril. Petugas Mas Riki, pengerjaannya detail banget.”
  • Yuntamal Tiqo – “Terimakasih home steril. Kasur yang tadi kotor jadi bersih banget. Untuk petugasnya om Tyo, kerja rapih dan sopan.”
  • Devanka Alfatih – “Ketiga kalinya pakai jasa dari home steril. Sekarang cuci kasur wet & dry untuk sedot tungau. Hasilnya super bersih, dibantu mas rizky dan mas fauzi.”

Referensi

Author: Dedy Haryadi (Co-Founder & Technical Specialist at Home Steril)

Developed by: Avicena Fily A Kako (Content Writer & SEO Specialist at Home Steril)

https://home-steril.com/

Apa pendapat Anda tentang artikel ini?

Seberapa manfaat konten ini bagi Anda?

5/5 (411 votes)
Sangat Bermanfaat

Komentar

Silakan masuk untuk memberikan komentar

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Kategori

Tags:

whatsapp_line Icon description