Kasur pertama di dunia bukan benda buatan, melainkan tumpukan rerumputan dan dedaunan. Bukti tertua ditemukan di Gua Sibudu, Afrika Selatan, berupa alas tidur dari tumbuhan berusia sekitar 77.000 tahun. Dari sana kasur berevolusi melewati peradaban Mesir, Yunani, Romawi, Abad Pertengahan, hingga penemuan kasur pegas pada 1871 dan busa modern pada abad ke-20. Kasur tidak "ditemukan" satu orang; ia berkembang bertahap seiring kebutuhan manusia akan kenyamanan dan perlindungan dari tanah, dingin, dan serangga.

Ada satu benang merah yang menarik sepanjang perjalanan itu: di setiap zaman, manusia bukan cuma memikirkan bagaimana alas tidurnya terasa empuk, tapi juga bagaimana menjaganya dari hama. Artikel ini menelusuri garis waktu material kasur sekaligus cara tiap zaman menangani masalah yang sama.
BACA JUGA : Fakta Menarik Tentang Kasur

Kasur Pertama di Dunia: Zaman Prasejarah

Manusia purba awalnya tidur langsung di tanah, lalu mulai memakai dedaunan, rerumputan, ranting, dan kulit binatang sebagai alas. Selain menambah kenyamanan, lapisan ini menjauhkan tubuh dari tanah dingin dan mengurangi kontak dengan serangga.
Temuan arkeologi paling terkenal berasal dari Gua Sibudu di Afrika Selatan. Lyn Wadley dan tim melaporkan di jurnal Science bahwa sekitar 77.000 tahun lalu penghuni gua itu menyusun alas tidur dari sedge dan rerumputan, lalu melapisinya dengan dedaunan aromatik yang mengandung senyawa pembunuh serangga dan larva. Dengan kata lain, "sprei" tertua yang kita ketahui sudah punya fungsi anti-hama.
Penelitian yang sama juga mencatat bahwa mulai sekitar 73.000 tahun lalu, alas tidur itu secara berkala dibakar — diduga sebagai cara membersihkan lokasi dari sisa pemakaian dan hama. Ini bukti paling awal bahwa merawat alas tidur sudah jadi rutinitas, bukan pemikiran belakangan.
Di era Neolitikum, alas tidur mulai naik dari permukaan tanah. Di Çatalhöyük, permukiman awal di wilayah Turki sekarang, penghuninya memakai platform yang ditinggikan untuk tidur. Pola serupa muncul di Skara Brae, Orkney, permukiman berusia sekitar 6.000 tahun yang penghuninya menumpuk batu sebagai landasan berbaring. Platform-platform inilah yang secara praktis menjadi tempat tidur pertama.
Perkembangan Kasur di Peradaban Kuno

Mesir Kuno. Orang Mesir menciptakan tempat tidur pertama yang ditinggikan dari lantai menggunakan bingkai kayu atau bambu, diisi jerami, wol, atau kapas. Bagi kalangan elite, kasur jadi simbol status yang dihiasi ornamen mewah. Meninggikan tempat tidur dari lantai juga mengurangi kontak dengan hama dan debu. Ranjangnya pun tidak datar seperti sekarang — banyak yang melandai ke arah kaki, sehingga sering dilengkapi penahan di ujung bawah.
Yunani dan Romawi Kuno. Kasur menjadi barang mewah. Isiannya wol, rumput, atau bulu binatang, dengan bingkai berhias emas, perak, atau perunggu. Ranjang Yunani dan Romawi juga multifungsi: dipakai tidur sekaligus tempat berbaring saat makan. Rumah tangga kaya bahkan menugaskan pelayan untuk merawat dan membersihkan kasur mahal tersebut.
Dari Abad Pertengahan ke Renaissance

Abad Pertengahan. Mayoritas orang tidur di atas kasur jerami. Bagi kalangan berada, featherbed (kasur isi bulu unggas) populer karena lembut dan hangat. Menjaga kasur tetap bersih adalah tantangan besar di masa ini — isian organik seperti jerami dan bulu mudah menyimpan kelembapan dan menarik serangga, dan belum ada cara membersihkannya selain mengganti isinya.
Renaissance. Kasur mulai dilapisi kain mahal seperti brokat, beludru, dan sutra — menegaskan status sosial pemiliknya sekaligus menambah kenyamanan. Ranjang berkanopi dengan tirai tebal populer di abad ke-15 dan ke-16, awalnya untuk menahan angin, tapi sekaligus menjadikan ranjang ruang tertutup tersendiri.
Revolusi Kasur di Era Industri

Era Industri (1800-an). Kapas yang melimpah mengubah produksi kasur secara massal. Di Amerika, sebagian rumah tangga tidur di atas kasur berisi sekam jagung atau bulu kuda sebelum kapas jadi standar.
Dari pegas pertama ke kasur pegas modern (1871). Pegas kumparan sebenarnya sudah mulai dipasang di kasur sejak dekade 1820-an, tapi bentuk yang kita kenal sekarang datang belakangan. Heinrich Westphal, seorang warga Jerman, menciptakan cikal bakal kasur pegas (spring bed) modern pada 1871 dengan sistem kumparan baja. Teknologi ini memberi topangan lebih baik dan menjadi standar baru dunia perkasuran — meski struktur berongga dan berseratnya juga menjadikannya tempat debu dan tungau mudah bersarang, sehingga perawatan rutin spring bed jadi hal yang tidak bisa dilewatkan.
Busa lateks (1920-an–1930-an). Dunlop memperkenalkan busa lateks yang terkenal elastis dan menopang tubuh merata. Lateks alami punya sifat relatif lebih tahan terhadap tungau dan jamur, sehingga sering dikategorikan ramah alergi — walaupun materialnya justru sensitif terhadap air dan panas, jadi cara merawat kasur lateks berbeda dari kasur lain. Menyusul kemudian, busa poliuretan ditemukan pada 1937 dan menjadi dasar kasur busa modern.
Era Modern: Dari Memory Foam hingga Kasur Pintar

Teknologi Memory Foam
Memory foam lahir dari proyek keselamatan penerbangan, bukan dari industri kasur. Pada 1966, Charles Yost yang bekerja atas kontrak NASA melalui Stencel Aero Engineering mengembangkan busa viskoelastik sel terbuka untuk memperbaiki bantalan kursi pesawat. NASA Ames Research Center kemudian memasang material itu pada desain kursi pesawat baru, karena kemampuannya menyebarkan bobot tubuh secara merata juga membuat penumpang lebih nyaman di penerbangan panjang. Awalnya bahan ini disebut slow spring back foam, lalu dikenal sebagai temper foam, dan baru merambat ke kasur rumah tangga setelah teknologinya dilepas ke publik.

Kasur Air
Kasur air termasuk inovasi ranjang dekade 1960-an, bersamaan dengan kasur tiup, sebelum benar-benar populer pada 1970-an. Kasur ini memberikan sensasi tidur yang unik dengan kemampuan menyesuaikan tingkat kekerasan sesuai kebutuhan.
Kasur Pintar
Di abad ke-21, teknologi mulai berpadu dengan dunia perkasuran. Kasur pintar dilengkapi dengan sensor untuk melacak pola tidur, mengatur suhu, bahkan terkoneksi dengan internet agar setelan tidur bisa disesuaikan. Perawatannya pun ikut berkembang, termasuk teknologi modern untuk mengangkat debu dan tungau dari permukaan kasur.
Satu Hal yang Tidak Berubah: Kasur Selalu Menampung Debu

Material kasur berubah total dalam 77.000 tahun, tapi masalah dasarnya tidak. Alas tidur zaman prasejarah berisi rerumputan; kasur Abad Pertengahan berisi jerami dan bulu; kasur hari ini berisi pegas baja, busa, dan lateks. Ketiganya sama-sama menampung sel kulit mati, kelembapan, dan debu — dan sama-sama perlu dirawat. Bedanya cuma cara menanganinya: dulu alas tidur dibakar atau isinya diganti, sekarang ada metode untuk membersihkannya tanpa merusak kasurnya.
Tungau debu rumah adalah alasan paling sering di balik perawatan itu. AAFA menyebut tungau debu sebagai salah satu pemicu alergi sepanjang tahun dan asma alergi yang paling umum di rumah, sementara EPA mencatat bahwa serpihan tubuh dan kotoran tungau bisa memicu gejala asma pada orang yang sensitif terhadapnya. Kasur adalah tempat paling ideal bagi mereka: hangat, lembap, dan penuh sumber makanan. Efek lanjutannya pada kesehatan dibahas terpisah di artikel bahaya kasur kotor.
Dari ribuan kasur yang sudah kami tangani di Jabodetabek dan 3.400+ ulasan yang masuk ke Google Maps kami, pola yang paling sering muncul justru sederhana: kasur diganti seprainya rutin, tapi kasurnya sendiri belum pernah dicuci sejak dibeli.
Kenapa Memilih Jasa Cuci Kasur & Spring Bed Home Steril?

Kalau kasur kamu sudah lama tidak disentuh selain ganti seprai, jasa cuci kasur & spring bed kami dikerjakan di rumah kamu dengan urutan yang tetap. Berikut yang perlu kamu tahu sebelum memesan:
- Empat tahap pengerjaan. Vakum kotoran kering dengan hydro vacuum, cuci menyeluruh bagian atas dan keempat sisi, pakai detergen standar yang aman untuk bahan kasur tanpa pemutih, lalu sedot air sisa cuci dengan vacuum extractor.
- Yang dikerjakan pada tungau. Proses ini mengangkat debu, sisa tungau, dan bakteri di permukaan kasur — tanpa janji pemusnahan.
- Kering kurang lebih 90% saat tim pulang. Sisanya selesai dengan diangin-anginkan atau kipas, dan kasur umumnya siap dipakai kembali dalam ±1 hari.
- Garansi cuci kembali 1x24 jam. Kalau hasilnya kurang bersih, dicuci ulang tanpa biaya tambahan.
- Harga mulai Rp 200.000. Harga final dikonfirmasi sebelum pengerjaan; pengerjaan bagian bawah kasur dikenakan biaya tambahan.
- Batasnya kami sebut di depan. Noda tinta pulpen, spidol, dan darah tidak dijamin hilang, dan pengerjaan tidak dipaksakan bila ada risiko bahan kasur rusak.
Mau tanya dulu sebelum memesan? Hubungi tim kami lewat WhatsApp. Setiap pengerjaan juga mendapat voucher cuci sepatu dari sneakershoot.id.
BACA JUGA : Cara Memilih Kasur Agar Enak Tidur

FAQ: Sejarah dan Perkembangan Kasur

Q: Kapan kasur pertama di dunia dibuat dan dari mana asalnya?
A: Bukti alas tidur tertua berusia sekitar 77.000 tahun, ditemukan di Gua Sibudu, Afrika Selatan, berupa susunan sedge dan rerumputan yang dilapisi dedaunan aromatik. Jadi bentuk paling awal berasal dari Afrika. Tempat tidur yang ditinggikan dari lantai berkembang lebih belakangan, dengan Mesir Kuno sebagai salah satu penggeraknya.
Q: Siapa yang menciptakan kasur, dan kapan kasur pegas ditemukan?
A: Kasur tidak diciptakan satu orang; ia berkembang bertahap sejak zaman prasejarah. Pegas kumparan mulai dipasang di kasur sekitar dekade 1820-an, sementara kasur pegas (spring bed) modern dengan sistem kumparan baja dikreditkan kepada Heinrich Westphal dari Jerman pada 1871.
Q: Siapa penemu busa lateks, busa poliuretan, dan memory foam?
A: Busa lateks diperkenalkan oleh Dunlop pada 1920-an–1930-an. Busa poliuretan ditemukan pada 1937 dan menjadi dasar kasur busa modern. Memory foam dikembangkan pada 1966 oleh Charles Yost atas kontrak NASA untuk bantalan kursi pesawat, dan baru belakangan dipakai di kasur rumah tangga.
Q: Apa itu kasur pintar?
A: Kasur dengan sensor terintegrasi yang bisa melacak pola tidur, mengatur suhu, dan terhubung ke internet — inovasi abad ke-21.
Q: Kenapa kasur zaman dulu lebih rentan hama, dan apakah kasur modern masih bisa dihuni tungau?
A: Kasur lama berbahan alami seperti jerami dan bulu yang mudah menampung serangga, dan belum ada metode pembersihan modern selain membakar atau mengganti isinya. Kasur modern tidak otomatis bebas dari tungau: semua kasur yang dipakai akan menampung sel kulit mati dan debu yang menjadi makanan tungau. Perawatan rutin dan pembersihan berkala tetap diperlukan.
Pendapat Pelanggan tentang Jasa Cuci Kasur Home Steril

- Ayu Kurniasih – “Hari ini cuci matras dibantu Mas Tyo dari Homesteril. Pelayanannya baik, profesional, responsif, komunikatif, hasilnya sangat memuaskan.”
- Siti Zakiyah – “Terima kasih home steril, kasur saya jadi bersih kembali. Terima kasih kepada mas fadil. Good recommend!”
- Wahyu Indah Triyani – “Dari kasurku yang bau apek, sekarang bersih dan wangi berkat jasa dari home steril. Petugas Mas Riki, pengerjaannya detail banget.”
- Yuntamal Tiqo – “Terimakasih home steril. Kasur yang tadi kotor jadi bersih banget. Untuk petugasnya om Tyo, kerja rapih dan sopan.”
- Devanka Alfatih – “Ketiga kalinya pakai jasa dari home steril. Sekarang cuci kasur wet & dry untuk sedot tungau. Hasilnya super bersih, dibantu mas rizky dan mas fauzi.”
Kasur kamu sudah menempuh perjalanan 77.000 tahun untuk sampai ke bentuknya sekarang. Jadi, kapan terakhir kali kasur itu dicuci?
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan edukasi umum seputar sejarah dan perkembangan kasur. Untuk perawatan atau pembersihan kasur, konsultasikan langsung dengan tim Home Steril.
Referensi
- Wadley, L., dkk. 2011. Middle Stone Age Bedding Construction and Settlement Patterns at Sibudu, South Africa. Science, Vol. 334, No. 6061, hlm. 1388–1391. Diakses 26 Agustus 2026. https://www.science.org/doi/10.1126/science.1213317
- BBC Radio 4. 13 Facts About the History of the Bed. Diakses 26 Agustus 2026. https://www.bbc.co.uk/programmes/articles/11r0zFtJX7qr8FWHt9mS1GR/13-facts-about-the-history-of-the-bed
- Encyclopaedia Britannica. Bed. Diakses 26 Agustus 2026. https://www.britannica.com/topic/bed-furniture
- NASA Spinoff. 2005. Consumer Goods: Temper Foam. Diakses 26 Agustus 2026. https://spinoff.nasa.gov/Spinoff2005/ch_6.html
- Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA). Dust Mite Allergy. Diakses 26 Agustus 2026. https://aafa.org/allergies/types-of-allergies/insect-allergy/dust-mite-allergy/
- U.S. Environmental Protection Agency (EPA). Asthma Triggers: Gain Control. Diakses 26 Agustus 2026. https://www.epa.gov/asthma/asthma-triggers-gain-control
Author: Dedy Haryadi (Co-Founder & Technical Specialist at Home Steril)
Developed by: Avicena Fily A Kako (Content Writer & SEO Specialist at Home Steril)










Komentar
Silakan masuk untuk memberikan komentar
Memuat komentar...